Example 728x250
Uncategorized

Bikin Merinding! 10 Warga Giritontro Wonogiri Pilih Berhenti Terima Bansos PKH Setelah 9 Tahun, Akui Kini Bisa Hidup Mandiri

3
×

Bikin Merinding! 10 Warga Giritontro Wonogiri Pilih Berhenti Terima Bansos PKH Setelah 9 Tahun, Akui Kini Bisa Hidup Mandiri

Share this article

Warga Giritontro Wonogiri Pilih Lepas Bansos PKH Setelah 9 Tahun, Buktikan Kemandirian

Di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah, sepuluh warga dari Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, mengambil langkah luar biasa. Mereka memutuskan untuk melepaskan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) setelah hampir sembilan tahun menjadi penerima. Keputusan ini menunjukkan bahwa kemandirian bukan hanya mimpi, tetapi bisa diraih melalui usaha dan kesadaran diri sendiri.

Keputusan ini bukanlah kebetulan. Seluruh peserta telah menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH sejak tahun 2016, atau selama lebih dari sembilan tahun. Mereka berasal dari empat lingkungan di wilayah Giritontro, yaitu Ketonggo, Goboh, Dungkancil, dan Giritontro Kidul. Alasan mereka sederhana namun memiliki makna mendalam: merasa sudah cukup, mampu, dan ingin memberi ruang bagi warga lain yang lebih membutuhkan.

Kesadaran Masyarakat untuk Berdiri Sendiri

Warga Giritontro dalam acara pengukuhan lulus PKH

Pendamping Sosial PKH Kecamatan Giritontro, Yoni Ahmadi, menyambut baik keputusan sepuluh warga tersebut. Ia menjelaskan bahwa bantuan sosial sejatinya adalah jembatan, bukan tujuan akhir. “Bansos itu jembatan, bukan tujuan akhir. Graduasi mandiri itu keren. Tidak harus menunggu kaya, yang penting sudah bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan usaha sendiri,” ujar Yoni saat mendampingi kunjungan ke salah satu rumah warga yang lulus PKH.

Camat Giritontro, Sangga Ota Kharisma, juga mengapresiasi langkah ini. Ia menekankan bahwa keputusan ini harus lahir dari kesadaran, bukan tekanan atau ikut-ikutan. “Kami berharap ini murni dari kesadaran warga, karena yakin kondisi ekonominya sudah lebih sejahtera. Ini contoh baik dan patut ditiru,” katanya.

Perubahan Pola Pikir dan Proses Pendampingan

Acara pelatihan kewirausahaan di Giritontro

Lurah Giritontro, Danang Indarto, menilai keberhasilan ini sebagai tujuan utama dari program perlindungan sosial pemerintah. Ia menyebut keputusan para warga sebagai bukti bahwa PKH tidak hanya soal bantuan tunai, tetapi juga proses pendampingan dan perubahan pola pikir. “Kami bangga. Ini menunjukkan program berjalan sesuai arah, yakni memberdayakan hingga masyarakat benar-benar mandiri,” ujarnya.

Kasi Kesejahteraan Rakyat dan Pelayanan Umum Kecamatan Giritontro, Tarwanto, memastikan bahwa pemerintah tidak akan lepas tangan setelah graduasi. Ia menegaskan, para warga yang telah mandiri tetap akan mendapat perhatian melalui program pemberdayaan lanjutan, pelatihan usaha, maupun akses kegiatan ekonomi produktif. “Graduasi bukan akhir, justru awal untuk naik level. Kami akan terus memantau agar kemandirian ini berkelanjutan,” jelasnya.

Daftar Nama Warga yang Lulus PKH

Daftar nama warga yang lulus PKH

Berikut adalah nama-nama warga yang resmi lulus dari PKH:

  1. Ika Feri Sarliati (2016–2026)
  2. Lina Anjarwati (2016–2026)
  3. Katni (2016–2026)
  4. Esti Wahyu Palupi (2016–2026)
  5. Sutasmi (2016–2026)
  6. Marinem (2016–2026)
  7. Sularmi (2016–2026)
  8. Isnaini (2016–2026)
  9. Leni Setyowati (2016–2026)
  10. Ely Kurniasari (2016–2026)

Keberhasilan mereka diharapkan menjadi pemantik semangat bagi KPM lain agar terus berjuang meningkatkan ekonomi keluarga. Graduasi mandiri ini juga membuka peluang lebih luas bagi keluarga lain yang masih membutuhkan untuk mendapatkan akses bantuan sosial. Dari Giritontro, pesan kuat itu menggema: bansos bukan selamanya, kemandirian adalah tujuan akhirnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Warga Giritontro dalam acara pelatihan kewirausahaan

Apa itu Program Keluarga Harapan (PKH)?

Program Keluarga Harapan (PKH) adalah bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah kepada keluarga miskin dan rentan miskin untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pangan.

Bagaimana cara mendaftar PKH?

Masyarakat dapat mendaftar melalui desa/kelurahan setempat dengan membawa dokumen kependudukan dan bukti kemiskinan. Proses pendaftaran dilakukan secara berkala oleh petugas pemerintah.

Apakah ada syarat khusus untuk lulus PKH?

Warga yang ingin lulus dari PKH harus mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri, baik melalui usaha sendiri maupun peningkatan ekonomi keluarga.

Bagaimana dampak positif dari lulus PKH?

Lulus PKH menunjukkan peningkatan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi. Hal ini juga memberi ruang bagi warga lain yang lebih membutuhkan untuk mendapatkan bantuan sosial.

Apakah pemerintah tetap memperhatikan warga yang lulus PKH?

Ya, pemerintah tetap memperhatikan warga yang lulus PKH melalui program pemberdayaan lanjutan, pelatihan usaha, dan akses kegiatan ekonomi produktif.

Penutup

Kisah sepuluh warga Giritontro Wonogiri yang memilih melepaskan bansos PKH setelah 9 tahun menjadi penerima adalah contoh nyata bahwa kemandirian bisa dicapai dengan kesadaran dan usaha. Mereka membuktikan bahwa bantuan sosial bukanlah tujuan akhir, tetapi langkah awal menuju kemandirian. Semoga inspirasi ini bisa menjadi motivasi bagi banyak orang untuk berani bertindak dan meraih masa depan yang lebih cerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *