Example 728x250
Lifestyle

Peringatan Hari Perempuan Internasional 2026: Fokus pada Kesetaraan dan Hak Perempuan

28
×

Peringatan Hari Perempuan Internasional 2026: Fokus pada Kesetaraan dan Hak Perempuan

Share this article

Hari Perempuan Internasional (IWD) 2026, yang diperingati setiap 8 Maret, kembali menjadi momen penting untuk menyoroti isu kesetaraan gender dan hak perempuan di seluruh dunia. Tahun ini, tema “Hak, Keadilan, Aksi untuk Semua Perempuan dan Anak Perempuan” menggarisbawahi pentingnya langkah nyata dari pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam memastikan bahwa perempuan mendapatkan perlindungan hukum, akses layanan, dan kesempatan yang setara.

Isu Utama yang Menjadi Fokus Peringatan IWD 2026

Perempuan dalam diskusi tentang kesetaraan gender

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI menyoroti 12 area kritis yang menjadi prioritas dalam upaya mencapai kesetaraan gender. Dalam acara IWD 2026 yang digelar di UN Global Pulse, Jakarta, Deputi Kesetaraan Gender KPPPA Dr. Amurwani Dwi Lestariningsih menjelaskan bahwa isu-isu tersebut mencakup pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, serta peningkatan partisipasi perempuan dalam struktur pengambilan keputusan politik.

Isu-isu ini tidak hanya terkait dengan kebijakan, tetapi juga dengan praktik sosial yang masih menghambat kesetaraan. Misalnya, data dari World Economic Forum (WEF) menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-97 dari 148 negara dalam Indeks Kesenjangan Gender 2025 dengan skor 0,692. Selain itu, Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 mencatat bahwa 1 dari 4 perempuan berusia 15–64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual sepanjang hidupnya.

Pentingnya Hak dan Keadilan bagi Perempuan

Poster tuntutan saat aksi Hari Perempuan Internasional

UN Women, sebuah badan PBB yang mendorong kesetaraan gender, menekankan bahwa perempuan harus memiliki otonomi atas tubuhnya. Dwi Yuliawati, Head of Programmes UN Women Indonesia, menjelaskan bahwa hak asasi fundamental ini mencakup kebebasan untuk membuat keputusan sendiri tentang kesehatan, masa depan, dan kehidupan pribadi.

Namun, secara global, hanya 64 persen hak hukum yang dinikmati perempuan dibandingkan laki-laki. Selain itu, hanya 44 persen negara di dunia yang menjamin pemberian upah yang setara untuk pekerjaan bernilai sama antara perempuan dan laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa keadilan bukan hanya sekadar teori, tetapi harus diwujudkan dalam praktik sehari-hari.

Aksi Nyata untuk Mewujudkan Kesetaraan

Perempuan berpartisipasi dalam kampanye kesetaraan gender

Selain hak dan keadilan, aksi nyata juga menjadi fokus utama dalam peringatan IWD 2026. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyampaikan bahwa tema “Give To Gain” menekankan pentingnya kolaborasi, kemurahan hati, dan investasi sosial untuk menciptakan kesetaraan gender. Momentum ini juga menjadi ajang refleksi atas tantangan yang masih dihadapi perempuan di berbagai sektor, termasuk ekonomi, politik, dan perlindungan dari kekerasan.

Di sisi lain, perusahaan nutrisi global Herbalife Ltd. menyoroti masalah gizi ganda yang dihadapi perempuan di Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Masalah ini mencakup meningkatnya obesitas sekaligus anemia pada perempuan usia reproduktif. Kampanye GiveToGain yang digelar pada 5 Maret di Jakarta menekankan bahwa ketika perempuan berinvestasi pada kesehatan mereka sendiri, keluarga, tempat kerja, dan generasi mendatang ikut merasakan manfaatnya.

Tantangan Baru: Keadilan Iklim dan Keamanan Digital

Ilustrasi perempuan dalam konteks keadilan iklim

International Women’s Day 2026 juga membawa perspektif baru yang belum banyak dibahas di tahun-tahun sebelumnya:

  1. Feminist Climate Justice

    Perempuan sering kali menjadi kelompok yang paling terdampak oleh perubahan iklim. Di tahun 2026, gerakan ini menuntut keterlibatan perempuan dalam kebijakan transisi energi hijau agar lebih inklusif dan adil.

  2. Akuntabilitas Kekerasan Digital

    Seiring pesatnya teknologi AI, bentuk kekerasan berbasis gender online (KBGO) semakin canggih. IWD 2026 mendesak perusahaan teknologi dan pemerintah untuk menciptakan regulasi yang mampu menjerat pelaku kekerasan digital secara efektif.

Bagaimana Cara Berpartisipasi?

Poster edukasi tentang kesetaraan gender

Level Aksi Nyata:

  • Edukasi diri tentang bias gender yang tidak disadari (unconscious bias) dan dukung bisnis milik perempuan.
  • Komunitas: Adakan diskusi atau workshop tentang hak-hak hukum perempuan di lingkungan sekitar.
  • Korporasi: Pastikan kebijakan upah yang setara (equal pay) dan ruang kerja aman dari pelecehan.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Poster IWD 2026 dengan tema "Hak, Keadilan, Aksi"

  1. Apakah IWD adalah hari libur nasional di Indonesia?

    Tidak, IWD bukan merupakan hari libur nasional di Indonesia, namun dirayakan secara luas oleh instansi pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan sektor swasta.

  2. Apa warna identik International Women’s Day?

    Ungu, hijau, dan putih. Ungu melambangkan keadilan dan martabat, hijau melambangkan harapan, dan putih melambangkan kemurnian (meskipun konsep putih ini sering diperdebatkan dalam konteks sejarah).

  3. Berapa usia gerakan IWD di tahun 2026?

    Tahun 2026 menandai 115 tahun sejak peringatan internasional pertama kali dilakukan pada tahun 1911.

Kesimpulan

International Women’s Day 2026 adalah pengingat bahwa perjalanan menuju kesetaraan gender masih jauh dari kata selesai. Dengan tema “Rights. Justice. Action.”, masyarakat dunia diajak untuk bergerak melampaui seremoni dan mulai menegakkan keadilan yang substansial bagi seluruh perempuan, tanpa terkecuali. Momentum ini menjadi ajang refleksi dan komitmen bersama untuk memperkuat kesadaran kolektif anak bangsa dalam mempercepat terwujudnya keadilan dan kesempatan yang setara bagi perempuan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *